Saturday, May 18, 2024

Operasi tidak akan mengatasi penyakit Anda! Inilah cara tepat singkirkan nyeri lutut dan sendi yang parah selamanya hanya dalam 10 hari berdasarkan pengalaman saya.

 

Operasi tidak akan mengatasi penyakit Anda! Inilah cara tepat singkirkan nyeri lutut dan sendi yang parah selamanya hanya dalam 10 hari berdasarkan pengalaman saya.


Siang semua!

Saya bernama Raina Adriana. Hari ini saya ingin berbagi pengalaman saya menghadapi rasa sakit di lutut dan sendi, yang hampir membuat saya tidak bisa melakukan apa-apa, dan bagaimana saya mengobati penyakit yang saya rasakan sampai akhirnya sembuh sepenuhnya tanpa perlu operasi bedah!

Setelah menginjak usia 50 tahun, rasa sakit di sendi, punggung, terutama lutut, mulai mengganggu saya. Saya bekerja di bidang logistik, dan masalah punggung dan nyeri sendi adalah risiko yang pasti muncul karena pekerjaan kami. Punggung yang tegang, peradangan, terkilir, dan beban berat pada tulang belakang... Awalnya, saya tidak terlalu memperhatikan masalah ini, saya cuma mengoleskan salep pada lutut dan pinggang untuk meredakan nyeri. Saya mencoba menahan rasa sakitnya, karena saya harus tetap bekerja.

Setelah rasa sakit semakin tak tertahankan di pagi hari, saya membeli obat yang lebih kuat, bahkan saya meminta suami saya untuk memberi suntikan pereda nyeri agar saya setidaknya bisa bangun dari tempat tidur. Rasa sakit semakin sering menghantui. Suatu hari di tempat kerja, saya harus membantu rekan saya mengangkat sofa yang tidak terlalu berat. Saya mulai membungkuk, mengangkatnya, dan tiba-tiba lutut saya terasa nyeri, saya hanya berbaring di lantai dan tidak bisa bergerak. Saya akhirnya menelepon ambulans dan pergi ke rumah sakit.

Kondisi lutut saya kala itu. Rasa sakit yang kuat


Di sana dokter melihat hasil rontgen cukup lama, kemudian menyampaikan bahwa saya tidak bisa melakukan pekerjaan fisik lagi dan mengangkat beban dengan berat lebih dari 2 kilo.

X-ray menunjukkan masalah serius dengan lutut saya


Tentu saja, saya tidak bisa menerima penyakit ini begitu saja! Bagaimana saya akan bekerja setelah ini? Saya sangat mencintai pekerjaan saya, seberat apapun itu. Kemudian, saya memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter lain. Tetapi di sini, saya semakin ketakutan! Tanpa menjelaskan secara rinci mengenai diagnosis saya, dia langsung mengatakan bahwa tanpa operasi lutut, saya bisa cacat permanen. Dan biaya operasinya mencapai 1000 dolar! Saya tidak punya uang sebanyak itu sekarang, jadi saya mendaftar untuk operasi dalam satu setengah bulan, agar saya bisa mengumpulkan uang terlebih dahulu untuk membayar operasi.

Dan pada saat itu saya teringat bahwa kenalan lama saya juga pernah memiliki masalah dengan lutut, sekitar setengah tahun yang lalu dia mengeluhkan masalah yang hampir sama. Saya memutuskan untuk meneleponnya dan bertanya bagaimana keadaannya. Di telepon, dia tidak banyak bercerita, dan kami memutuskan untuk bertemu di tempatnya.

Keesokan harinya saya mengunjunginya, begitu istrinya membuka pintu, semua orang terlihat menangis.

  • - Lho, ada apa?
  • - Suamiku meninggal! - berkata sambil menangis
  • - Kok bisa? Umurnya baru 51 tahun, apa yang terjadi?
  • - Begini, setelah operasi penyakitnya kambuh, sakit pada lutut.

Saya kaget bukan main! Lalu saya bertanya bagaimana mereka mengobatinya dan obat apa yang dia minum. Ternyata, dari semua itu, tidak ada yang bisa membantu teman saya. Operasi telah dilakukan, tetapi setelah sebulan kambuh lagi dengan komplikasi.

Setelah kejadian itu, saya pernah tidak berani lagi pergi ke dokter, apalagi operasi. Kita tidak pernah tahu apa yang mereka resepkan, dan bisa saja memperburuk kondisi. Namun, menunda juga bukan pilihan, semakin lama ditunda, semakin buruk pula keadaan badan saya.

Saya mulai panik

Saya mulai lebih banyak berdiam diri di rumah. Hanya duduk sambil meminum obat penghilang rasa sakit, pikiran saya terus menerus dihantui rasa sakit yang saya rasakan. Saya sudah tidak punya lagi tenaga untuk bekerja. Bagaimana mungkin bekerja, ketika setiap detik disiksa oleh rasa sakit! Saya berusaha mencari pengobatan dari para dukun atau apapun itu - bahkan saya siap membaca mantra-mantra aneh asalkan tidak perlu operasi, atau bahkan lebih buruk, mengalami kecacatan!

Saya berusaha mencari solusinya di internet. Dan di salah satu forum, saya menemukan postingan seorang pria yang menceritakan bagaimana ia mengatasi masalah pada sendi. Tanpa operasi, suntikan, bahkan tanpa perlu minum pil untuk menyembuhkan rasa sakitnya. Dia hanya mengonsumsi satu bubuk ajaib! Bubuk tersebut sangat kuat, seperti yang dikatakan. Bubuk tersebut bernama - Gluwty.

Saya memutuskan untuk mencoba, harganya cukup terjangkau, dan komposisinya 100% alami. Di momen itu, saya sudah menghabiskan begitu banyak uang dalam upaya penyembuhan.

Saya menghubungi penulis pesan di forum dan bertanya di mana dia membeli bubuk tersebut. Ternyata, bubuk ini diproduksi hampir secara individu karena kompleksitas proses produksinya. Bubuk ini hanya dijual di situs web produsen itu sendiri, dan bahkan tidak selalu tersedia di sana karena permintaan atas produknya sangat tinggi.

Beruntungnya saya! Karena ketika saya ingin pesan produk bubuknya tersedia.

Jujur, saya tidak berharap bisa sembuh secara instan. Saya hanya ingin menunda operasi sebentar, karena jujur saya takut... Namun, setelah mengonsumsi PRODUCT untuk pertama kalinya, rasa sakit yang menyiksa di lutut saya hilang dan saya bisa bangun dari tempat tidur tanpa perlu minum obat di pagi hari. Saya mulai merasa bahwa produk ini bisa menjadi penyelamat bagi saya.

Dengan teliti saya mulai membaca petunjuk dan langsung mengonsumsi Gluwty seperti yang dijelaskan di bungkusnya. Produknya sangat praktis, hanya perlu mencampur bubuk dengan segelas air. Saya minum minuman ini dua kali sehari: pagi dan malam. Produk ini sangat bermanfaat karena hanya terbuat dari bahan alami, dan rasanya enak sekali.

Bagaimana hasilnya?

Setelah malamnya minum Gluwty, paginya rasa sakit sudah hilang!


  • - Rasa sakit yang menusuk langsung mereda.
  • - Setelah 3 hari, saya bisa pergi jauh tanpa merasa tidak nyaman dan khawatir.
  • - Setelah 10 hari, rasa sakit di tangan, punggung, dan lutut hilang sepenuhnya.
  • - Pada minggu ketiga pengobatan, saya bahkan tidak ingat kalau saya pernah mengalami masalah sendi.

Meskipun hasilnya luar biasa, saya tidak langsung menghentikan penggunaan produk ini dan melanjutkan penggunaan selama satu bulan penuh untuk menghindari kembalinya rasa sakit.

Setelah itu, saya memeriksakan diri ke dokter, dan dia sangat terkejut! Dokter berkata saya sudah tidak perlu lagi operasi, sendi-sendi saya menjadi sehat! Saya kehilangan kata-kata untuk menggambarkan seberapa senangnya saya saat itu! Hati terasa lega luar biasa. Mereka yang telah terbebas dari penyakit ini pasti akan mengerti perasaan saya

Sekarang saya bisa kembali menikmati hidup bersama keluarga tercinta!


Saya berhasil menghindari operasi. Saya sudah tidak merasakan kambuh lagi dan takut menjadi cacat. Saya terbebas dari rasa sakit yang menyiksa! Sudah tiga tahun berlalu sejak kejadian itu, dan saya merasa luar biasa! Bahkan kini saya bisa kembali bekerja seperti biasa.

Andai saja saya tahu tentang solusi ini sejak awal!

Berkat produk Gluwty, saya KEMBALI SEHAT dan kini menjalani hidup dengan bebas. Masalah persendian telah hilang selamanya!

Seperti inilah penampilan bubuknya


Jadi, jika Anda mengalami masalah yang sama, jangan menunggu sampai semakin buruk! Ini bukanlah omong kosong belaka karena saya sendiri contohnya. Saya bersyukur sekali bisa memulihkan sendi, lutut, dan punggung hanya dalam waktu singkat! Semoga Anda juga mendapat hasil yang sama!

Jika Anda penasaran dengan produk yang sangat membantu saya, produk adalah bubuk untuk sendi bernama Gluwty.

Setelah wawancara dengan Raina Adriana, wartawan kami berhasil mendapatkan komentar dari seorang ahli yang terlibat langsung dalam pengembangan dan penelitian produk bubuk satu ini. Inilah yang beliau sampaikan kepada kami:

Gluwty adalah terobosan nyata dalam bidang medis. Penggunaan Gluwty telah diuji klinis dan terbukti melalui puluhan penelitian, hak cipta, dan bertahun-tahun uji coba. Formula inovatif Gluwty membantu mengembalikan jumlah cairan sendi dan mendukung fungsi normal sendi, menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan saat bergerak.

Bubuk mengandung bahan-bahan alami yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan sendi. Kombinasi sempurna antara bahan alami dan tingginya kandungan peptida kolagen dan L-glutathione menjamin hasil terbaik. Setelah mendapatkan hasil dari penelitian klinis, perusahaan kami memutuskan untuk memulai produksi massal dan menjual Gluwty di Indonesia.

Namun, tidak lama setelah itu, kami menghadapi beberapa masalah. Perusahaan farmasi besar menentang Gluwty dapat diakses oleh semua orang. Kami menyadari bahwa bagi mereka, yang penting hanya mendapatkan keuntungan, bukan membantu orang. Oleh karena itu, kami harus melawan sistem global ini. Semua karena Gluwty secara komprehensif memengaruhi tubuh dan memperkuat sistem kekebalan. Setelah menggunakannya, para penderita benar-benar dapat melupakan penyakit dan obat-obatan lain, hal ini tentu saja akan mengganggu bisnis perusahaan-perusahaan besar. Karena itu, bubuk Gluwty tidak akan dijual di toko atau apotek. Kami dengan tekad sendiri memutuskan untuk menyediakan Gluwty ke penduduk Indonesia. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengajukan pemesanan di situs resmi produsen.

Saya berharap yang terbaik untuk Anda, yang paling penting kesehatan! Sampai berjumpa lagi!

Setiap pembaca situs kami berhak mendapatkan Gluwty dengan harga diskon. Cukup isi formulir pemesanan di bawah ini dan dapatkan obatnya.

PESAN GLUWTY

sosok Iptu Mulia Riadi yang Diberi Penghargaan Kapolda Sumut untuk Berangkat Umrah

 

Sosok Iptu Mulia Riadi yang Diberi Penghargaan Kapolda Sumut untuk Berangkat Umrah


TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapolsek Barus, Iptu Mulia Riadi saat membagikan takjil kepada pengendara di depan Mako Polsek Barus, Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus Senin, (25/03/2024) pukul 17.00 WIB yang lalu. 

RUANGBERITASEPUTARSUMUT.com- Jumat 17 Mei sekira pukul 06:00 WIB, selepas Subuh Kapolsek Barus, Tapanuli Tengah, Iptu Mulia Riadi menyempatkan berziarah ke makam syekh Mahmud Al-Mutahzam di perbukitan Desa Penanggahan, Kecamatan Barus Utara.

Ia berziarah, mengirim doa sebagaimana ia lakukan secara rutin setiap hari Jumat sejak menjabat sebagai Kapolsek Barus, Polres Tapanuli Tengah sejak 24 November 2023 lalu.

Kali ini berbeda. Tiba-tiba keinginannya dan niat supaya bisa berangkat dan berziarah ke makam Rasulullah Nabi Muhammad di Masjid Nabawi, Madinah tak terbendung.

Pagi itu ia lebih khusyuk berdoa agar keinginannya ke Mekkah bisa segera terwujud.

Setelah kurang lebih 1 jam berdoa ditambah naik turun 1 jam, ia pun berangkat ke Polres Tapanuli Tengah berjarak 2 jam dari lokasi.

Tiba ke Polres Tapanuli Tengah sekira pukul 11:30 WIB dimana sudah terjadwal Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi akan hadir memberikan arahan.

Baca juga: Butuh tenaga kerja terbaik untuk bisnismu? Cari di sini!

Tak disangka-sangka, ia dipanggil Kapolda Sumut untuk membacakan isi pesannya singkat antara Kapolsek dengan jenderal bintang dua ini dihadapan Kapolres Tapanuli Tengah dan Kapolsek yang lain.

Dengan gugup gemetar, ia membacakan isi laporannya kepada Kapolda pada tanggal 8 Januari lalu.

Setelah membacakan laporan soal bandar judi toto gelap (togel) yang hendak menyuapnya, tiba-tiba Kapolda melempar pertanyaan yang berat ia jawab.

Kemudian di sinilah, doa-doa yang Iptu Mulia Riadi panjatkan pagi tadi seolah langsung dijawab dan dikabulkan.

Kapolda Sumut Irjen Agung memberikannya hadiah berupa ibadah umrah, persis beberapa jam setelah ia panjatkan doa dengan sungguh-sungguh.

Mendengar itu, Iptu Riadi langsung meletakkan kedua tangannya ke wajah, lalu dia bersujud syukur di karpet.

"Paginya sebelum datang ke kegiatan ziarah kubur ke makam Syekh Mahmud karena memang setiap Jumat pagi ziarah, membuat amalan dan meminta sesuatu kepada Allah. Entah kenapa waktu itu saya kepengin ke Mekkah, menziarahi makam Rasulullah. Tau-tau begini kejadiannya,"kata Iptu Mulia Riadi, Sabtu (18/5/2024).

Riadi menjadi Polisi melalui Bintara pada tahun 2003 dan dilantik 2004.



Artikel ini telah tayang di 

Rusia Hajar Ukraina Habis-habisan, Putin di Ambang Kemenangan

 

Rusia Hajar Ukraina Habis-habisan, Putin di Ambang Kemenangan


18 May 2024 06:03
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Dmitry Astakhov, Sputnik, Government Pool Photo via AP) Foto: Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Dmitry Astakhov, Sputnik, Government Pool Photo via AP)

RUANGBERITASEPUTARSUMUT.COM- Perang sengit antara Rusia dan Ukraina memasuki babak baru. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu sekitar 72 jam, Rusia meningkatkan keunggulannya dan membangun pertahanan yang kuat.

Hal ini membuat pasukan Kyiv tersudut dan di ambang kekalahan besar. Bahkan pihak militer Ukraina pun tidak malu-malu lagi menggunakan istilah "pertempuran defensif yang berkelanjutan", "memburuk secara signifikan", hingga "keberhasilan taktis" Rusia.

Mengutip analisis CNN International, pernyataan bernada pesimistis tersebut memberikan gambaran betapa buruknya kondisi Ukraina saat ini. Rusia tidak hanya mengalami kemajuan perlahan di satu tempat, tetapi tampaknya mereka maju dalam empat langkah, melintasi garis depan.

Pergerakan Rusia secara besar-besaran ini tak lepas dari momentum tertahannya bantuan militer untuk Ukraina senilai US$61 miliar yang kemungkinan baru akan disalurkan dalam waktu satu bulan.

Jadi, Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya akan melakukan apapun yang dia bisa, karena mengetahui bahwa pertarungan kemungkinan besar akan semakin sulit bagi pasukannya di musim panas mendatang.

Yang pertama, dan yang paling meresahkan, adalah perbatasan utara dekat Kharkiv, kota kedua terbesar di Ukraina. Pasukan Rusia telah melintasi perbatasan di berbagai lokasi dan mengeklaim telah merebut sembilan desa.

Perpindahan mereka sejauh 3 sampai 4,5 mil (5 sampai 7 kilometer) ke Ukraina, di daerah perbatasan di atas kota Kharkiv, yang bisa dibilang merupakan kemajuan tercepat mereka sejak hari-hari pertama perang. Rusia telah mengerahkan lima batalion ke kota perbatasan Vovchansk, kata para pejabat Ukraina, yang terkena dampak serangan udara selama akhir pekan.

Kota Lyptsi juga berada dalam bahaya, kata beberapa blogger militer, dan dari sana pasukan Rusia dapat menyerang Kharkiv dengan artileri. Hal ini merupakan mimpi buruk bagi Kyiv karena dua alasan.

Pertama, mereka membebaskan wilayah ini dari pasukan Rusia 18 bulan yang lalu, namun jelas gagal membentengi wilayah tersebut untuk mencegah Moskow melakukan serangan balik dengan mudahnya.

Kedua, Rusia dapat kembali mengikat pasukan Ukraina yang jumlahnya sangat banyak dengan tekanan yang terus-menerus dan keras terhadap Kharkiv, yang mengakibatkan korban jiwa dengan penembakan besar-besaran di pusat kota yang luas.

Lalu ada pula barisan depan lainnya, di mana kemajuan di wilayah Kharkiv tecermin dari perjuangan lama dan melelahkan yang tiba-tiba membuahkan kesuksesan baru bagi Rusia. Hal ini harus menjadi perhatian terbesar bagi Kyiv, karena hal ini menunjukkan adanya upaya terkoordinasi untuk mendorong ke segala arah dan membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mempunyai pilihan buruk mengenai ke mana harus mengirimkan sumber daya yang terbatas, dan ke mana harus berkorban.

Bergerak perlahan ke selatan dari Kharkiv, lebih dekat ke Bakhmut, kota Chasiv Yar berada di bawah tekanan yang kuat - tingkat yang sangat tinggi di atas dua kota militer utama Ukraina, Kramatorsk dan Sloviansk, yang dapat menjadi titik tekanan yang sangat besar pada jalur pasokan Kyiv selama musim panas.

Netailove dan Krasnohorivka sedikit lebih jauh ke selatan menunjukkan pasukan Rusia makin meraih kemajuan di sebelah barat Avdiivka, dan mengancam pusat penting lainnya - Pokrovsk. Jika Ukraina mulai mundur lebih jauh lagi, cengkeramannya pada sisa-sisa wilayah Donetsk bisa terancam.

Dalam semalam, Deep State Map, sebuah kelompok analisis militer Ukraina, mengatakan bahwa desa Verbove di bagian selatan berada di bawah ancaman yang lebih besar - salah satu hasil minimal dari serangan balasan musim panas yang terhambat di Kyiv tahun lalu. Secara keseluruhan, berita buruknya adalah ini bencana yang makin besar.

Ada kritik keras atas kegagalan mempersiapkan dan membentengi wilayah perbatasan utara selama setahun terakhir. Memang benar, di sebagian besar garis depan yang tidak terjadi pertempuran aktif, dan di dekat garis depan yang aktif, benteng tampaknya tidak ada, bahkan mungkin tidak ada sama sekali.

CNN menilai mungkin saja Kyiv terlalu percaya pada serangan balasannya pada musim panas lalu, sehingga gagal menerima gagasan tentang berita buruk pada musim panas ini.

Masalah Terbesar

Selain itu, masalah terbesar di Kyiv adalah perhatian global. Pernyataan-pernyataan tajam dari para menteri Eropa, dan bahkan kunjungan para pejabat senior pemerintahan Biden, tidak dapat menghilangkan rasa lelah atau gagasan bahwa membantu Ukraina menang adalah sesuatu yang menurut pemerintah harus mereka lakukan secara strategis, dan bukan sesuatu yang secara aktif dituntut oleh masyarakat mereka.

Perang ini sudah menjadi sebuah perang yang dunia harap akan segera berakhir - tanpa dihiraukan oleh kengerian yang terjadi di Timur Tengah - tepatnya pada saat perang ini sangat berbahaya dan sangat penting bagi keamanan Eropa.

Putin pun memanfaatkan akhir pekan ini untuk merombak beberapa kabinetnya - memindahkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu ke peran yang lebih prosedural sebagai ketua Dewan Keamanan Nasional, dan mungkin menjauh dari masa perang.

Seorang akuntan, Andrey Belousov, akan menggantikannya. Hal ini mencerminkan upaya Moskow untuk berhemat, mengintegrasikan perang ke dalam perekonomian, dan beradaptasi dalam jangka panjang.

Hal sebaliknya terjadi di negara-negara Barat, di mana Kongres AS yang menahan pemberian bantuan sebesar US$61 miliar telah mendatangkan malapetaka pada upaya militer Ukraina. Pasukannya kini kalah karena keterlambatan pengiriman amunisi selama enam bulan.

Beritanya tidak hanya buruk, tapi makin memburuk setiap hari bagi Ukraina. Rusia memiliki momentum yang berbeda dari apapun yang pernah terjadi sejak Maret 2022. Ukraina pun terpaksa mengakui betapa buruknya situasi yang ada.


Saksikan video di bawah ini:

Video: Rusia Serang Fasilitas Energi, Ukraina Terancam Gelap Gulita

Artikel Selanjutnya

Zelensky Mendadak Pecat Komandan Tertinggi Militer Ukraina, Ada Apa?


(luc/luc)

Perang Saudara di Tetangga RI, Pejuang AS & Inggris Ikut Turun Gunung

 

Perang Saudara di Tetangga RI, Pejuang AS & Inggris Ikut Turun Gunung


18 May 2024 12:40
Penembak di kendaraan lapis baja militer Thailand, saat dia berjaga di sepanjang sungai Moei, dekat Jembatan Persahabatan Thailand-Myanmar ke-2 di Mae Sot di provinsi Tak Thailand pada Sabtu, 13 April 2024. Menteri Luar Negeri Thailand pada hari Jumat mengatakan dia telah mendesak Otoritas militer Myanmar tidak akan memberikan tanggapan keras atas hilangnya kota perdagangan perbatasan yang penting oleh tentaranya oleh lawan-lawannya, dan sejauh ini tampaknya mereka menahan diri. (AP Photo/Sakchai Lalit) Foto: Penembak di kendaraan lapis baja militer Thailand, saat dia berjaga di sepanjang sungai Moei, dekat Jembatan Persahabatan Thailand-Myanmar ke-2 di Mae Sot di provinsi Tak Thailand pada Sabtu, 13 April 2024. (AP/Sakchai Lalit)

ruangberitaseputarsumut- Seorang mantan tentara Inggris dan seorang pejuang Amerika bergabung dalam pasukan anti-kudeta saat perang melawan rezim militer Myanmar.

Dikutip dari Al Jazeera, para sukarelawan mengatakan bahwa mereka terinspirasi oleh perlawanan Myanmar, yang merupakan salah satu kelompok militer paling brutal dan bersenjata lengkap di Asia Tenggara sejak para jenderal mengambil alih kekuasaan dan membunuh pengunjuk rasa lebih dari tiga tahun lalu.

Seorang prajurit infanteri di tentara Inggris selama empat tahun sejak 2009, dengan pengalaman perang selama tujuh bulan di Afghanistan, Jason, mengatakan dia kembali dari Myanmar timur pada akhir April setelah delapan minggu berada di garis depan.

Jason, yang namanya disamarkan, mengatakan para pejuang perlawanan siap mati demi tujuan dalam pertempuran melawan militer.

"Ini berbeda dari tempat-tempat lain, di mana Anda melihat lebih banyak ketakutan di mata. Mereka adalah orang-orang pemberani," ujar Jason dalam laporan yang dikutip Sabtu, (18/5/2024).

Diketahui, kelompok etnis bersenjata, terutama di wilayah perbatasan negara, telah berperang melawan militer selama beberapa dekade, terkadang dengan bantuan sukarelawan asing.

Namun sejak kudeta pada 1 Februari 2021, kekejaman telah menyebar dari daerah pinggiran hingga pusat. Militer, dengan armada jet tempur yang sebagian besar buatan Rusia, telah dituduh melakukan serangan udara tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan membakar desa-desa, yang oleh PBB dan kelompok hak asasi manusia digambarkan sebagai kemungkinan kejahatan perang.

Para jenderal tidak mampu memadamkan pemberontakan. Perlawanan telah menimbulkan kerugian besar dan memperoleh keuntungan teritorial yang besar, awalnya menggunakan ketapel dan senapan angin melawan militer yang memiliki persenjataan bernilai miliaran dolar yang dipasok oleh Rusia dan Tiongkok.

Tentara etnis, sumbangan publik, dan penyitaan senjata yang sebagian merupakan akibat dari serangan Operasi 1027 tahun lalu telah membuka pintu bagi peralatan yang lebih baik untuk perlawanan, yang, bahkan tanpa bantuan militer asing, telah menantang kekuatan militer untuk bertahan.

Myanmar belum mengalami gelombang sukarelawan internasional seperti yang terjadi di konflik seperti di Ukraina atau Suriah, dan tidak ada upaya terkoordinasi untuk merekrut sukarelawan asing. Myanmar juga memiliki sejumlah besar kelompok bersenjata yang tersebar di seluruh negeri.

Namun para pejuang asing, yang bertindak secara independen, telah melakukan perjalanan ke wilayah timur dan barat Myanmar dalam upaya rahasia yang berpotensi menempatkan mereka pada risiko penuntutan di negara asal mereka, dan hal ini masih dirahasiakan hingga saat ini.

Al Jazeera telah melihat rekaman dan foto Jason berjuang bersama perlawanan di Myanmar timur. Dua sumber juga menyaksikannya di lapangan.

Veteran Inggris ini juga berjuang untuk Ukraina segera setelah dimulainya invasi Rusia, dan menghabiskan sekitar satu setengah tahun di negara tersebut, katanya.

"Saya bukan tentara bayaran," kata Jason. "Saya melakukannya murni untuk pihak yang menurut saya berada di pihak yang benar."

Saat melihat orang asing yang tidak terlatih dan tidak berpengalaman di Ukraina, dia tidak menginginkan hal yang sama terjadi di Myanmar.

"Selalu ada kekhawatiran bahwa Myanmar bisa menjadi Ukraina berikutnya jika ada orang-orang bodoh yang pergi ke sana," katanya, seraya menambahkan bahwa ia bergabung dengan kekuatan perlawanan yang tidak disebutkan namanya, yang memeriksanya.

Dia sekarang mempunyai rencana untuk membentuk tim yang terdiri dari enam hingga 10 mantan prajurit dari Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Australia dan kembali untuk membantu para pemberontak.

"Kami melakukan semuanya secara gratis," tambahnya. "Orang-orang harus mengambil cuti kerja."

Satukan Perjuangan

Di sisi lain Myanmar, di pegunungan Negara Bagian Chin, yang berbatasan dengan India, kelompok perlawanan Pasukan Pertahanan Rakyat Zoland (PDF Zoland) mengunggah sebuah foto di media sosial pada tanggal 11 Mei yang menunjukkan dua sukarelawan asing: Azad, dari AS bagian selatan, bersama seorang Relawan Inggris, yang menolak berkomentar.

Azad mengatakan dia mengajar kursus penembak jitu dan infanteri serta melakukan tugas pengintaian dan militer lainnya.

"Junta telah mundur ke kota-kota," katanya melalui telepon dari Negara Bagian Chin. "Seluruh pedesaan telah dibebaskan. Cepat atau lambat, perlawanan akan mulai menguasai pusat-pusat populasi."

Azad menggambarkan dirinya sebagai "internasionalis kiri" yang menjadi sukarelawan selama empat tahun di pasukan YPG (Unit Perlindungan Rakyat) pimpinan Kurdi di Suriah utara.

Pria berusia 24 tahun itu mengatakan dia terlibat dalam aktivisme politik saat bekerja di sebuah kafe di AS. Dia belum pernah menjalani wajib militer, sama seperti rekan-rekan Gen Z-nya yang baru mendukung revolusi Myanmar.

Dia mengatakan komandan pemberontaknya "hanya beberapa tahun lebih tua" darinya dan "banyak tentara sebelumnya adalah pelajar".

Azad melihat perjuangan otonomi bagi suku Kurdi, Arab, Kristen, dan minoritas lainnya di Suriah utara sebagai bagian dari perjuangan global yang mencakup revolusi Myanmar dan pertahanan Ukraina melawan invasi Rusia.

Mengutip hubungan erat antara rezim Myanmar dan Moskow, yang menurut para analis mencakup transfer senjata dua arah, Azad mengatakan, "Ini semua adalah satu perjuangan."

Baginya, menjadi sukarelawan di Myanmar adalah tentang "pertukaran solidaritas, ia menyadari bahwa semua perjuangan kita saling terhubung".

Dia telah berada di Negara Bagian Chin selama tiga bulan dan memperkirakan lebih banyak sukarelawan internasional akan tiba di Myanmar seiring peralihan revolusi dari perang gerilya pedesaan ke wilayah perkotaan.

Di luar individu asing, kelompok kemanusiaan Kristen, Free Burma Rangers (FBR), telah terkenal sejak tahun 1990an karena membawa relawan internasional dan lokal ke negara-negara etnis di Myanmar timur di mana kelompok minoritas melakukan perlawanan terhadap militer.

Relawannya memberikan layanan kesehatan dan bantuan kepada komunitas pengungsi dan mencatat pelanggaran hak asasi manusia. Sebelumnya mereka telah mengakui bahwa beberapa penjaga hutan membawa senjata untuk melindungi diri mereka sendiri dan membela para pengungsi, mengingat lingkungan berbahaya di tempat mereka beroperasi.

"Kami melakukan pelatihan kemanusiaan untuk semua yang menginginkannya - bukan pelatihan militer," pendiri FBR dan mantan prajurit pasukan khusus AS David Eubank mengatakan kepada Al Jazeera melalui pesan teks dari Karen State. "Kami bukan milisi atau bagian dari kelompok bersenjata mana pun. Kami adalah kelompok bantuan garis depan."

Sementara itu, rezim ini mempunyai basis dukungan asing yang kecil namun kuat. Dikatakan pada bulan April bahwa para pejabat telah mengunjungi Rusia dan Tiongkok untuk membeli drone tempur.

Panglima Angkatan Darat Min Aung Hlaing bertemu Vladimir Putin di Vladivostok tahun lalu, sementara para pejabat Rusia disambut sebagai tamu penting pada parade Hari Angkatan Bersenjata tahunan setiap bulan Maret.

Instruktur militer Rusia dilaporkan telah terbang ke negara tersebut dan melatih tentara Myanmar mengenai persenjataan yang dipasok Rusia. Sumber-sumber perlawanan di Myanmar timur mengatakan terkadang beredar laporan bahwa Rusia melatih pasukan rezim di dekat garis depan.

Seorang komandan perlawanan Myanmar, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan laporan terakhir dari seorang pelatih Rusia empat bulan lalu berada di dekat wilayah operasinya di Pekon, sebuah kota di negara bagian Shan selatan.


Saksikan video di bawah ini:

Demo Pro-Palestina Meluas di Eropa, Mahasiswa RI di Inggris Aman?

Artikel Selanjutnya

Junta Myanmar Gagal Rebut Kota 'Emas', Kocar-kacir Digebuk Pemberontak


(luc/luc)

Jalan Penghubung Langkat-Binjai Diperbaiki, Dinas PUPR: 6 Bulan Masa Pemeliharaan

  Jalan Penghubung Langkat-Binjai Diperbaiki, Dinas PUPR: 6 Bulan Masa Pemeliharaan Kamis, 18 Januari 2024 14:50 WIB lihat foto TRIBUN MEDAN...